Solopos.com, SOLO — Minggu, 21 Juli 2013 06:22 WIB -
Total aset koperasi baitul mal wa tamwil (BMT) di seluruh Indonesia mencapai kisaran nilai Rp15 triliun. Aset ini dinilai sudah mampu menopang secara signifikan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggerakkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Total aset koperasi baitul mal wa tamwil (BMT) di seluruh Indonesia mencapai kisaran nilai Rp15 triliun. Aset ini dinilai sudah mampu menopang secara signifikan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggerakkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Indonesia, Aslichan
Burhan, menyampaikan saat ini di Indonesia ada sekitar 3.000 kantor Baitul Maal wat Tamwil (BMT)
yang tersebar di berbagai pelosok daerah. Dia mengakui, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang
bermain di ranah sektor UMKM, memang saat ini mendapat persaingan ketat
dari industri bank dan bank perkreditan rakyat (BPR).
Bank dan BPR sama-sama mulai garap sektor UMKM. Tapi kami tidak takut dengan bank dan BPR. BMT masih bisa bermain
dengan plafon pinjaman di kisaran nilai Rp2 juta hingga Rp5 juta. Dan
segmen ini pasarnya sangat pesar. Lain dengan bank atau BPR, paling
tidak untuk kredit mikro masih berada di atas nilai Rp50 juta hingga
Rp100 juta, kata Aslichan, di sela-sela Seminar dan Pengukuhan Pusat Koperasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT) Soloraya, di salah satu rumah makan di Kota Solo, akhir pekan kemarin.
Selain dibentuk Pusat Koperasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT), pada kesempatan itu dibentuk pula
asosiasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT) seluruh Indonesia (Absindo) dan Pinbuk Soloraya. Sementara
itu, Ketua Pinbuk Soloraya terpilih, Farid Riskon menyampaikan
pembentukan Pinbuk, Puskop BMT, dan Asbindo di Soloraya bertujuan untuk
memperkuat kelembagaan selain untuk memudahkan akses bagi pengelola BMT,
khususnya mencari permodalan.
Di Soloraya, kata dia, saat ini ini ada sekitar 125 BMT yang total asetnya berkisar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.
Di Soloraya, kata dia, saat ini ini ada sekitar 125 BMT yang total asetnya berkisar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.



