ASET BMT Capai Rp15 Triliun

Diposting oleh Maz Duikin on Senin, 31 Maret 2014


Solopos.com, SOLO — Minggu, 21 Juli 2013 06:22 WIB -

Total aset koperasi baitul mal wa tamwil (BMT) di seluruh Indonesia mencapai kisaran nilai Rp15 triliun. Aset ini dinilai sudah mampu menopang secara signifikan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggerakkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Indonesia, Aslichan  Burhan, menyampaikan saat ini di Indonesia ada sekitar 3.000 kantor Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang tersebar di berbagai pelosok daerah.  Dia mengakui, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang bermain di ranah sektor UMKM, memang saat ini mendapat persaingan ketat dari industri bank dan bank perkreditan rakyat (BPR).
Bank dan BPR sama-sama mulai garap sektor UMKM. Tapi kami tidak takut dengan bank dan BPR. BMT masih bisa bermain dengan plafon pinjaman di kisaran nilai Rp2 juta hingga Rp5 juta. Dan segmen ini pasarnya sangat pesar. Lain dengan bank atau BPR, paling tidak untuk kredit mikro masih berada di atas nilai Rp50 juta hingga Rp100 juta, kata Aslichan, di sela-sela Seminar dan Pengukuhan Pusat Koperasi  Baitul Maal wat Tamwil(BMT) Soloraya, di salah satu rumah makan di Kota Solo, akhir pekan kemarin.
Selain dibentuk Pusat Koperasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT), pada kesempatan itu dibentuk pula asosiasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT) seluruh Indonesia (Absindo) dan Pinbuk Soloraya. Sementara itu, Ketua Pinbuk Soloraya terpilih, Farid Riskon  menyampaikan pembentukan Pinbuk, Puskop BMT, dan Asbindo di Soloraya bertujuan untuk memperkuat kelembagaan selain untuk memudahkan akses bagi pengelola BMT, khususnya mencari permodalan.

Di Soloraya, kata dia, saat ini ini ada sekitar 125 BMT yang total asetnya berkisar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.
More aboutASET BMT Capai Rp15 Triliun

400 Praktisi BMT Kumpul di Yogya

Diposting oleh Maz Duikin


  
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selasa, 06 November 2012-

Sedikitnya 400 praktisi Baitul Maal Watamwil (BMT) se-Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan BMT (PBMT) berkumpul di Yogyakarta selama tiga hari di ajang BMT Summit 2012, (5-8/11).

Para Praktisi ini merupakan perwakilan dari 206 BMT se-Indonesia. Mereka membahas berbagai isu dan masalah menyangkut pengelolaan dan pengembangan BMT ke depan.

Ketua Umum PBMT Indonesia Jularso mengatakan, BMT Summit adalah ajang silaturami perhimpunan BMT untuk memperkuat jati diri koperasi syariah tersebut. "Jatidiri PBMT Indonesia adalah sebuah lembaga dakwah. Yaitu sebagai lembaga dakwah yang berdasar syariah," tandasnya Selasa (6/11).

Karena itu kata dia, aktivitas PBMT seluruhnya harus tunduk kepada prinsip-prinsip dan aturan main syariah. Selain itu,  PBMT adalah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) maka  PBMT harus  menjadi motor penggerak sektor usaha mikro dan usaha kecil (UMK).

Dan sebagai lembaga Maal, lanjutnya  PBMT  harus bisa menjadi salah satu alat pemberdayaan kaum miskin dengan skema-skema tertentu yang tak berdasar perhitungan bisnis atau keuangan. Karena itulah PBMT adalah bagian dari gerakan Koperasi Indonesia.

Menurutnya pada kegiatan ini juga akanditandatangani kerjasama antar anggotaPBMT terkait standardisasi pedoman operasional BMT.
More about400 Praktisi BMT Kumpul di Yogya

OJK: Ekonomi Indonesia Butuh BMT

Diposting oleh Maz Duikin


REPUBLIKA.CO.ID, YOGAKARTA --Selasa, 06 November 2012,-

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia,  Mulyaman D. Hadad  mengatakan bahwa posisi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dari tahun ke tahun akan menjadi amat penting bagi perekonomian Indonesia.

Pasalnya banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengakses lembaga keuangan. Hal ini kata dia, merupakan celah penting bagi BMT untuk membantu peningkatan kesejahteraan mereka.
“Peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga  islam dalam ekonomi ini, sekaligus juga menegaskan bahwa yang namanya memperjuangkan syariah bisa dilakukan di bidang ekonomi," terangnya.

Sementara itu Ma’ruf Amin,  Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dalam UU Koperasi yang baru peran dan fungsi BMT belum begitu jelas, sehingga membutuhkan regulasi baru maupun regulasi penjelas guna menjamin keberadaan Baitul Maal wat Tamwil(BMT) dalam perekonomian nasional. 

Selain itu kata dia, juga dibutuhkan peningkatan peran Baitul Maal wat Tamwil(BMT) di masyarakat dengan memperbesar  share ekonomi syariah, meningkatkan kapasitas SDM, dan menguatkan dengan regulasi.
More aboutOJK: Ekonomi Indonesia Butuh BMT

Inkopsyah BMT Targetkan Jadi Koperasi Terbesar

Diposting oleh Maz Duikin


REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- 

Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) Baitul Maal wat Tamwil(BMT) menargetkan dapat menjadi salah satu koperasi syariah terbesar di Indonesia. Keinginan tersebut nampaknya bukan impian semata mengingat aset yang berhasil dibukukan Rp 158 miliar di akhir 2012. Angka tersebut tumbuh 54 persen dibanding pada 2011 sebesar Rp 102 miliar.

Ketua Inkopsyah BMT, Abdullah Yazid, optimistis Inkopsyah Baitul Maal wat Tamwil(BMT) mampu menjadi seperti induk koperasi kredit (Inkopdit) yang saat ini asetnya sudah mencapai Rp 15 triliun. "Untuk mencapai aset tersebut, konsolidasi antar anggota BMT selalu dilakukan serta mendorong BMT masuk dalam APEX Syariah," ujarnya dalam siaran pers yang diterima ROL, Rabu (6/3).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Syarifudin Hasan dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Menteri, M Taufik, mengatakan pemerintah bertujuan mengembangkan sebuah koperasi besar. Apalagi selama ini dalam penilaian International Cooperative Alliance (ICC) belum ada satu pun koperasi Indonesia masuk dalam daftar koperasi berkelas internasional. Untuk itu, Taufik yakin Inkopsyah dan Inkopdit akan menjadi perwakilan Indonesia untuk masuk daftar ICC.

"Saya yakin Inkopsyah yang bersinergi dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT) Se-Indonesia (Absindo) dan Apex Syariah mampu mewujudkan cita-cita itu," ucapnya.

Pembinaan dan pengawasan koperasi syariah harus terus dilakukan termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi. Taufik mengatakan Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir – Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-UKM) siap menawarkan Rp 1,5 triliun dana yang bisa diakses oleh BMT anggota Inkopsyah. Dia berharap dana tersebut bisa terserap minimal 50 persen. Mekanisme penyaluran akan segera dibuatkan antara LPDB KUKM dengan Inkopsyah BMT.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Inkopsyah mengalami kenaikkan 190 persen menjadi Rp 95 miliar dari Rp 50 miliar di 2011. Kenaikan DPK tersebut berasal dari LPDB Rp 30 miliar dan bank syariah Rp 45 miliar. Peningkatan DPK tersebut menunjukkan kualitas pelayanan atau pembiayaan yang diterima oleh Inkopsyah sudah membaik.

Penyaluran dana Inkopsyah masih didominasi para anggota di pulau Jawa, yaitu 74 persen ke Jawa Tengah, 67 persen ke Jawa Barat dan 51 persen ke Jakarta. Sementara penyaluran dana Inkopsyah di Sumatera didominasi Lampung sebesar 84 persen, disusul Sumatera selatan sebesar 67 persen.
More aboutInkopsyah BMT Targetkan Jadi Koperasi Terbesar