Sedikitnya 400 praktisi Baitul Maal
Watamwil (BMT) se-Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan BMT (PBMT)
berkumpul di Yogyakarta selama tiga hari di ajang BMT Summit 2012,
(5-8/11).
Para Praktisi ini merupakan perwakilan dari 206 BMT
se-Indonesia. Mereka membahas berbagai isu dan masalah menyangkut
pengelolaan dan pengembangan BMT ke depan.
Ketua Umum PBMT
Indonesia Jularso mengatakan, BMT Summit adalah ajang silaturami
perhimpunan BMT untuk memperkuat jati diri koperasi syariah tersebut.
"Jatidiri PBMT Indonesia adalah sebuah lembaga dakwah. Yaitu sebagai
lembaga dakwah yang berdasar syariah," tandasnya Selasa (6/11).
Karena
itu kata dia, aktivitas PBMT seluruhnya harus tunduk kepada
prinsip-prinsip dan aturan main syariah. Selain itu, PBMT adalah
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) maka PBMT harus menjadi motor penggerak
sektor usaha mikro dan usaha kecil (UMK).
Dan sebagai lembaga
Maal, lanjutnya PBMT harus bisa menjadi salah satu alat pemberdayaan
kaum miskin dengan skema-skema tertentu yang tak berdasar perhitungan
bisnis atau keuangan. Karena itulah PBMT adalah bagian dari gerakan
Koperasi Indonesia.
Menurutnya pada kegiatan ini juga akanditandatangani kerjasama antar anggotaPBMT terkait standardisasi pedoman operasional BMT.
