REPUBLIKA.CO.ID, SOLO --
Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) Baitul Maal wat Tamwil(BMT) menargetkan dapat menjadi salah satu koperasi syariah terbesar di Indonesia. Keinginan tersebut nampaknya bukan impian semata mengingat aset yang berhasil dibukukan Rp 158 miliar di akhir 2012. Angka tersebut tumbuh 54 persen dibanding pada 2011 sebesar Rp 102 miliar.
Ketua
Inkopsyah BMT, Abdullah Yazid, optimistis Inkopsyah Baitul Maal wat Tamwil(BMT) mampu menjadi
seperti induk koperasi kredit (Inkopdit) yang saat ini asetnya sudah
mencapai Rp 15 triliun. "Untuk mencapai aset tersebut, konsolidasi antar
anggota BMT selalu dilakukan serta mendorong BMT masuk dalam APEX
Syariah," ujarnya dalam siaran pers yang diterima ROL, Rabu (6/3).
Menteri
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Syarifudin Hasan dalam
sambutannya yang diwakili Staf Ahli Menteri, M Taufik, mengatakan
pemerintah bertujuan mengembangkan sebuah koperasi besar. Apalagi selama
ini dalam penilaian International Cooperative Alliance (ICC) belum ada
satu pun koperasi Indonesia masuk dalam daftar koperasi berkelas
internasional. Untuk itu, Taufik yakin Inkopsyah dan Inkopdit akan
menjadi perwakilan Indonesia untuk masuk daftar ICC.
"Saya yakin
Inkopsyah yang bersinergi dengan Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil(BMT) Se-Indonesia (Absindo)
dan Apex Syariah mampu mewujudkan cita-cita itu," ucapnya.
Pembinaan
dan pengawasan koperasi syariah harus terus dilakukan termasuk dalam
pemanfaatan teknologi informasi. Taufik mengatakan Lembaga Pembiayaan
Dana Bergulir – Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-UKM) siap menawarkan Rp
1,5 triliun dana yang bisa diakses oleh BMT anggota Inkopsyah. Dia
berharap dana tersebut bisa terserap minimal 50 persen. Mekanisme
penyaluran akan segera dibuatkan antara LPDB KUKM dengan Inkopsyah BMT.
Dana
Pihak Ketiga (DPK) Inkopsyah mengalami kenaikkan 190 persen menjadi Rp
95 miliar dari Rp 50 miliar di 2011. Kenaikan DPK tersebut berasal dari
LPDB Rp 30 miliar dan bank syariah Rp 45 miliar. Peningkatan DPK
tersebut menunjukkan kualitas pelayanan atau pembiayaan yang diterima
oleh Inkopsyah sudah membaik.
Penyaluran dana Inkopsyah masih
didominasi para anggota di pulau Jawa, yaitu 74 persen ke Jawa Tengah,
67 persen ke Jawa Barat dan 51 persen ke Jakarta. Sementara penyaluran
dana Inkopsyah di Sumatera didominasi Lampung sebesar 84 persen, disusul
Sumatera selatan sebesar 67 persen.
